Home > Kampung halaman > Nagari Batu Bajanjang Tigo Lurah Kini (2015)

Nagari Batu Bajanjang Tigo Lurah Kini (2015)

Masjid Raya

Masjid Raya

2 tahun tidak pulang, perubahan paling di apresiasi di Nagari Batu Bajanjang Kec. Tigo Lurah Kab. Solok, negeri tercinta yang selalu memanggil untuk kembali adalah infra struktur Listrik dan Air Bersih.

Jaringan PLN 20 kV sudah sampai ke Jorong paling ujung Muaro Sabie Ayie, kampung yang terdapat di tengah belantara bukit barisan ini sudah terang benderang siang malam, dulu PLTMH yang hanya menyala sore sampai pagi hari yang kadang overload dikarenakan tidak mampu mendukung kebutuhan penduduk yang semakin naik kelas, saat ini kulkas, TV, mesin cuci, blender sudah bisa menyala siang malam tanpa perlu khawatir byar pet lagi. Tetapi pemerintahan nagari sepertinya perlu segera untuk mensosialisasikan bahaya jaringan yang 10 ribu kali lebih kuat dari listrik tegangan rendah yang masuk ke rumah ini, sangat berbahaya bagi anak2 yang main layangan di sekitar jaringan tegangan tinggi. Terlihat di beberapa lokasi benang layangan ada yang melintang  dan menyangkut di kabel tegangan tinggi, sangat berbahaya jika kondisi hujan dan benang tersebut di aliri air.

Air bersih dari mata air yang siap minum pun sudah masuk ke rumah-rumah penduduk, sungai yang dulu merupakan magnet setiap pulang kampung untuk aktifitas bersih2 jadi lambat laun terpinggirkan oleh gayung di kamar mandi🙂, kebutuhan pokok akan air dan penerangan saat ini tercukupkan.

GSM mentari yang sudah menjadi pembuka informasi sejak 3 tahun lalu sangat terasa manfaatnya bagi masyarakat Batu Bajanjang, walaupun hanya untuk SMS dan telpon cukup sudah sebagai penyambung lidah dengan daerah luar nagari. Semoga tahun depan bisa ditingkatkan dengan jaringan data dan internet.

Kehidupan sosial masyarakat mau tidak mau berobah mengikuti perkembangan dan keterbukaan kampung dari keterisoliran, ekonomi yang meningkat pesat menjadikan nagari yang kecil ini banjir motor dan mobil. angkutan umum berupa travel yang menghubungkan penduduk kampung dengan kota Solok hampir sebagian besar APV “bukak Kertas”. Luar biasa untuk kampung yang berpenduduk sekitar 6000 jiwa ini, ada sekitar 7 Travel yang wara wiri Solok-Batu Bajanjang.

Dan kondisi ini juga yang menjadi tantangan bagi seluruh warga nagari, keterbukaan informasi menjadikan perubahan perilaku para generasi muda kampung, keterbatasan berbagai hal menjadikan pendidikan keagamaan mejadi termarjinalkan. Suatu kondisi yang membuat hari miris dan sampai saat ini belum ada solusi terencana  untuk mengatasi kondisi ini. Hanya panggilan hati beberapa warga yang masih menghidupkan surau dan MDA untuk pendidikan anak2 “mengaji” setelah pendidikan formal.

Kesadaran akan pendidikan juga sudah semakin meningkat, terlihat dengan banyaknya generasi muda yang melanjutkan pendidikan menengah dan tinggi yang pulang saat libur lebaran ini, semoga kondisi ini bisa menjadikan Nagari tercinta ini lebih baik dalam waktu-waktu kedepan. SDM berkualitas adalah salah satu cara terstruktur untuk mengentaskan keterbelakangan dan jalannya adalah jalur pendidikan.

Ekonomi menggeliat, infra struktur meningkat, kondisi sosial mengkhawatirkan penuh tantangan itulah gambaran singkat Kondisi Batu Bajanjang saat ini. Tidak boleh menyerah, sinergi masing-masing generasi kampung yang sudah mulai tersebar di berbagai bidang semoga menjadi modal untuk kebaikan Nagari ini dari waktu kewaktu.

Bagaimanapun “Batang Palangkih” akan selalu membuat rindu untuk pulang…

This slideshow requires JavaScript.

Categories: Kampung halaman
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: