Home > Mama&Nak Bujang > Mama dan Nak bujang part-3: Cerita tentang nama kami.

Mama dan Nak bujang part-3: Cerita tentang nama kami.

Trio

Saya lahir 1981, adek yang kedua 1983, yang bungsu 1984, kata mama kalau umur papa panjang, mungkin akan satu kesebelasan.. 😀 yang sebenarnya itu juga cita-cita saya untuk bisa punya banyak anak, asyik kali, rame.. Tapi tidak kesampaian. 😊

Cerita mama, saya lahir melalui dukun beranak, hari Jumat jam 1 siang, nama bu dukun saya lupa, salah satu dukun tokcer di kampung saya masa itu. Belum ada bidan tahun segitu di kampung kami, apalagi dokter kandungan. Saya lahir benar-benar sesuai cerita melahirkan ibu masa lalu, penuh darah dan mempertaruhkan satu nyawa yang beliau punya, perjuangan 2 hari dengan sakit yang amat sangat hilang seketika setelah tau yang hadir seganteng Papanya.. 😀

Masih cerita mama, tali pusar saya dipotong dengan sembilu, kalau anak jaman now pasti sudah tidak kenal dengan alat potong sekali pakai dari kulit bambu ini. Bambu yg sudah matang, dikelupas sedikit kulitnya kemudian ditarik, ketajamannya sama dengan silet jaman sekarang, hanya sekali pakai. Steril. Saya sering geli kalau ingat cerita mama tentang ini.. 😊

Papa menginstruksikan kasih nama saya Anton, cerita mama inspirasi ini datang dari radio CB yang hanya bisa menangkap satu siaran RRI, “ya, sekarang pendengar, bola di oper ke Anton, berlari kencang,..meliuk liuk dengan cantiknya..yaaaa tendangan lurus..goooool..”.. Rupanya nama saya terinspirasi dari pemain bola… 😁 pada saat mama bercerita tentang proses pemberian nama ini, saya berazzam untuk mencari, siapa ini pemain bola terkenal tahun 80an yang bernama Anton…tapi belum ketemu sampai sekarang…. Saya berandai-andai waktu itu, kalau waktu saya lahir papa lagi dengar siaran drama radio Saur Sepuh, mungkin nama saya Brama kumbara kali… Keren…😁 Asli saya masih ingat ketawa lepas mama mendengar andai-andai saya ini… Saat bercerita, tahun berapa saya lupa..😓.

Karna Anton terlalu singkat harus ditambah, papa kasih nama kedua, Pane. Anton Pane. Awalnya saya menyangka dan Mama juga, sampai beliau pergi tidak ada informasi baru dari Mama, Pane ini plesetan dari Panai, suku papa. Karena semua orang tau Pane ini lebih familiar, Armyn Pane, Sanusi Pane, sastrawan terkenal masa lalu. Tapi dua bulan lalu saya ketemu sahabat seangkatan Papa,sahabat karib papa diwaktu kecil dikampung, tapi merantau ke Jambi. Di sebuah hotel di Sukabumi saat kami rehat, beliau cerita panjang tentang papa, mama, saya dan adek2. Pane itu memang asli Pane, bukan plesetan. Nama itu adalah azzam papa waktu hidup susah jadi ABK di Singapur, papa punya kawan akrab bertiga, Pane dari medan dan Andi Mapak dari makassar. Pane ini lupa siapa nama awalnya. Sohib seperasaian, yang menyelamatkan hidup, sejak itulah papa berjanji kalau punya anak laki-laki kelak akan diberi nama Pane. Sebuah marga besar di Sumatera Utara. Jadilah nama saya asing pada jaman itu…Anton si pemain sepak bola yg merupakan sahabat dari marga pane… 😊

Hal yang sama juga nama adek2 saya, yang kedua Marda, ini dari nama teman Papa juga, yg sempat buat mama mesem2 😂 Kori yang terkecil juga, nama teman Papa juga… Saya jadi membayangkan, kalau Papa adalah type yang sangat suka pertemanan dan kesetia kawanan. Atau mungkin juga pria maskulin…😁 wallualam…

Tapi seingat saya Mama jarang sekali panggil saya Anton..lebih banyak Abang… Karna saya di panggil abang oleh adek2 saya bahkan oleh orang sekampung..

“Apalah arti sebuah nama” kata seorang penyair.. Tapi rupanya Nama banyak cerita..dan buat kami yang muslim, nama adalah doa…

Dari pemberian nama kami adek beradek, saya membayangkan waktu itu Papa dan Mama adalah orang2 khusus dari pedalaman bukit barisan yang punya kesempatan untuk merasakan dan megetahui bahwa dunia itu luas beragam, saya yakin Papa dan Mama juga mengerti nama2 kami itu bukan berasal dari kecilnya kampung kami, tapi itu awal sikap sadar mereka untuk membawa kami kedua “luar”..selayaknya saya dan istri saat ini memberi nama anak2 kami dengan doa dan kesepahaman penuh bahwa kami ingin hidup ini dalam Islam…

Azra, 20 April 2018

Categories: Mama&Nak Bujang
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: