Home > Kata Hati & Jejak Langkah > Ied Adha 1439 H/2018, Masjid Raya Taman Cimanggu, Bogor

Ied Adha 1439 H/2018, Masjid Raya Taman Cimanggu, Bogor

Khotbah

Biasanya dimasa lalu, kalau jatah kami tidak Ied Fitri di kampung halaman, Oma dan Eyang Fathi Ied Adha di Bogor. Tahun ini kami hanya sekeluarga merayakan lebaran kurban di rantau. Sholat di Masjid Raya Taman Cimanggu, Bogor.

Dalam sambutan pembukaan, ketua DKM Masjid Raya Taman Cimanggu, Drs H. Budiharjo, menyampaikan bahwa tahun ini korban sapi ada 18 ekor, oleh 126 jiwa, kurban kambing 44 ekor. Dan akan di potong lansung hari ini. Penyembelihan hewan kurban di Masjid Raya taman cimanggu selalu ada pendampingan dari departmen Kedokteran Hewan IPB untuk memastikan daging kurban sehat.

Beliau juga mengajak jamaah untuk mendoakan jamah haji khususnya dari Taman Cimanggu untuk dapat haji yang mambrur.

Ketua DKM juga melaporkan program2 DKM yang sudah dan akan dilaksanakan. Dibidang pendidikan, LPI sudah berjalan dan sudah memiliki siswa 200 anak, dilaksanakan dilakukan pagi dan sore, LPI ini akan dikembangkan dengan kursus bahasa arab, yang direncanakan mulai bulan Muharram.

Di bidang ekonomi, DKM sudah lounching Sodaqah Mart, toko segala ada yang islami. DKM mengundang semua masyarakat untuk jadi anggota dengan nilai saham 100ribu per lembar saham.

Dalam waktu dekat juga akan segera di resmikan mobil dan balai pengobatan masjid, dengan dokter jaga 24 jam. Yang akan melayani masyarakat kecamatan Tanah Sereal, khususnya kelurahan Kedung Waringin.

Program Jangka menengah sedang dirintis penanaman modal syariah, berupa biro perjalanan ibadah haji dan umrah yang khusus, yang terjangkau dan mudah. Juga terbuka untuk semua masyarakat.

Ketua DKM menutup sambutan dengan informasi Khatib adalah Ustadz Drs. Suwarno Ahmad MAg dari Jakarta dan Imam alhafiz Ahmad Sudjai, imam tetap Masjid Raya Taman Cimanggu Bogor.

Ringkasan Khotbah Ied Adha

Allahuakbar Allahuakabar kabira walhamdulillahi kasira..

Bersyukur kepada Allah karena kita diberi kesembatan untuk bisa shalat Ied bersama, sementara saudara kita ada yang tidak berkesempatan.

Kalau yang masih punya orang tua, sehabis dari masjid segera peluk cium, raih tangannya dan bergembiralah, bagi yang orang tua sudah tidak ada, kirimlah doa.

Momentum Ied Adha sangat spesial bagi setiap muslim. Berulang terus setiap tahun sampai akhir jaman, karena dari peringatan ini ada pelajaran yang sangat mahal dari Nabiullah Ibrahim dan keluarganya yang bisa kita ambil. Yaitu pelajaran tentang cinta yang sangat tinggi.

Nabi yang sepanjang hidupnya selalu di uji oleh Allah. Ujian yang benar2 membuktikan bahwa beliau menempatkan cinta di jalur yang benar, cinta kepada Allah.

Ujian pertama datang dari bapaknya, seorang pembuat berhala, kisah dalam Alquran menceritakan bahwa Nabi Ibrahim AS berdakwah dengan sangat santun kepada bapaknya, dengan panggilan yang sangat sopan, Ya Abati padahal bapaknya musyrik. Hal ini memberikan pelajaran bagi kita bahwa walaupun tidak seiman dengan orang tua, tetapi sopan santun dalam berkomunikasi harus jadi yang utama.

Ujian kedua Nabi Ibrahim As. diuji dg masyarakatnya, umatnya adalah penyembah patung yang dibuat sendiri oleh baoaknya dan Nabi Ibrahim berdakwah ditengah mereka, kita tau semua kisah beliau sampai akhirnya dibakar oleh dan Allah menyelamatkan beliau.

Selanjutnya ujian keluarga. Diuji dengan tidak adanya keturuna sampai usia 86 tahun. Setelah anak yang ditunggu2 lahir, Nabiullah Ismail, beliau diuji lagi. Kita juga tau cerita selanjutnya. Bayi yang masih merah ditinggal dipadang pasir yang tidak ada kehidupan. Semua itu dilaksanakan dengan penuh ketundukan baik oleh Nabi Ibrahim maupun okeh istri beliau Sarah, setelah keyakinan datang bahwa itu perintah Allah.

Ujian terus terjadi, setelah anak yang dicinta tumbuh remaja, anak yang ditunggu2 dan disayang, diperintahkan oleh Allah untuk di korbankan.

Percakapan nabi Ibrahim dan nabi Ismail menjadi pelajaram sangat besar buat kita semua. Bagaimana Nabi Ismail menerima dengan ikhlas setelah yakin bahwa itu perintah Allah.

Dari itu semua ujian itu kita bisa mengambil makna dan pelajaran bahwa ketika Allah menguji Nabi Ibrahim dengan meminta yang paling disayang dan dicinta, beliau tunduk dan patuh. Bagaimana dengan kita? Semoga kita bisa berjuang dan berkehendak untuk mengambil pelajaran.

Ayo kita inventarisir, apa “Ismail2” atau kata lainnya yang menghalangi kita untuk cinta kepada Allah.. itulah seharusnya yang harus kita korbankan, agar cinta sejati kita hanya kepada Allah semata.

Allahuakbar walillahilhamdu..

Kami mengucapkan selamat berlebaran dan berkurban, semoga nilai dan hikmahnya menjadikan kita punya cinta paripurna hanya kepada Allah semata..

Cimanggu, 10 Dzulhijjah 1439H|22 Aug 2018.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: