Home > Kata Hati & Jejak Langkah > Mulai semester baru dalam pandemic.

Mulai semester baru dalam pandemic.

Zoom meet

Hari ini gong semester baru di Sekolah Kreativa dari TK sampai SMP di tabuh. Zoom meeting jadi pengganti Hari Pengenalan Sekolah, kebiasaan baru yang mau tidak mau di mulai.

Putera kami terkecil mulai masuk KBTK-A tahun ini, uninya no 2 naik kelas tiga dan uni pertama naik kelas 6. Tiga zoom dengan dua laptop dan satu HP terpaksa di sediakan agar bisa ikut semua kelas, sekitar 385 account bergabung, mulai dari pengurus yayasan, guru dari TK sampai SMP dan orang tua murid, mulai dari TK sampai SMP juga.

Bu Iis Istiqomah, ketua Yayasan Yasmina yang menaungi Sekolah Kreativa dalam paparannya menyampaikan bahwa pandemic belum berakhir, mau tidak mau Hari Pengenalan Sekolah yang biasanya dilakukan dengan meriah, saat ini lewat Daring dengan di upayakan tetap meriah. Cara inilah yang saat ini paling aman buat semua agar terhindar dari pandemic Covid 19 ini.

Zoom pertama yang diikuti oleh semua peserta, diisi dengan presentasi Bu Iis tentang sekolah kreativa mulai dari tujuan awal didirikan, metode dan system pembelajaran, sampai pada strategi belajar mengajar dalam masa pandemic.

Zoom kedua, orang tua murid diarahkan ke room masing-masing kelas, yang di moderatori oleh guru kelas masing-masing. Dalam kondisi normal, kegiatan ini sesungguhnya sangat di tunggu-tunggu para siswa karena merekalah yang biasanya menjadi panitia pelaksana sebagai praktek pelaksanaan leadership di sekolah. Zoom kelas juga rupanya tidak kalah meriah.

Untuk kelas 3, di room zoom yang saya ikuti. Dipaparkan metode KBM dalam masa pandemic. Proses KBM di lalukan daring dengan zoom sebagai fasilitas. Anak-anak akan mulai belajar seperti jam biasa, jam 8.00-8.30 persiapan belajar, jam 8.30 – 10.00 pembelajaran Alquran dengan metode UMMI.

Dari jam 10.00, murid melalukan pembelajaran mandiri dalam bentuk project-project penelitian sesuai dengan tema pembelajaran harian sampai jam 15.00. Jam 15.00 – 16.00 zoom class lagi dengan guru kelas untuk mereview capaian project siswa per hari tersebut.

Setiap siswa harus melakukan pelaporan harian terhadap projectnya dalam platform yang sudah disediakan selolah dari jam 17.00-21.00, sebagai syarat absensi, tidak ada laporan dianggap absen.

Metode KBM dengan project ini akan dilaksanakan sampai berakhir semester satu di bulan Desember 2020 nanti. Sungguh pengalaman yang baru, terutama untuk anak kami yang masuk sekolah baru tahun ini. Bounding yang selama ini dibentuk dengan tatap muka dan kebersamaan antar siswa dan guru saat ini semua dilakukan lewat udara. Tentu akan berbeda efektifitasnya.

Tetapi, tentu tidak bisa biasa lagi. Infrastruktur harus disiapkan, sekolah membebaskan beberapa point pembayaran untuk disubtitusikan kembali ke orang tua guna mempersiapkan fasilitas belajar daring buat anak-anak. Laptop/tap/mobile untuk masing-masing anak jadi keniscayaan. Dan tentu saja fasilitas internet data dan kuota. 😇

Kondisi ini jadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Selain budget yang harus disiapkan lebih, juga safety dan security anak dengan gadget. Baik kekawatiran anak akan kecanduan gadget maupun kekawatiran akan ganasnya dunia maya.

Untuk safety dan security anak, kami memakai google family. Account anak dalam pembuatan email yang dijadikan username untuk masuk keberbagai aplikasi google, dibawah kendali orang tua. Download aplikasi, pengiriman email, permintaan pertemanan, dll harus dengan ijin orang tua. Fitur ini cukup membantu untuk membuat anak safe dan secure di dunia maya.

Yang masih berupa tantangan adalah membatasi anak dengan gadget. Situasi empat bulan ini sudah mengindikasikan itu. Perlu stategi yang bijaksana agar anak bisa belajar tetapi juga tidak jadi gadget mania.

Tetapi bagaimanapun, situasi dan kondisi saat ini memaksa kita untuk memang bersahabat dengan information teknologi. Apalagi anak-anak kita yang memang hidup mereka mulai dengan itu. Mereka sudah nampang di dunia maya sejak mereka dilahirkan. Data, foto, cerita tentang mereka bersebaran di dunia maya.

Maka kita haruslah bijaksana dan percaya bahwa gadget buat anak-anak kita selayaknya kelereng, karet gelang, mobilan dari sandal jepit, mandi di sungai, main lumpur disawah, mancing ikan, bahkan main “badia badia berandas” buat kita dulu. Dengan itulah kita tumbuh dan belajar akan kehidupan..

Dunia berubah, pun dalam dunia pendidikan. Semoga dunia yang baru ini menjadi lahan kita untuk berjuang lebih baik menggapai RidhoNYa..

Selamat belajar Uni Fa, Uni Fey, Adek Ziyad..

Bogor, 11 Juli 2020.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: