Home > Yanda&Kids > 5 tahun dalam pandemik, tiba-tiba Kribo

5 tahun dalam pandemik, tiba-tiba Kribo

Kepala bocor 11 Nov lalu, katanya kepeleset kening terbentur batu pas ditempat yang sama dengan bekas luka terbentur pintu beberapa tahun lalu, hadiah tambah umur yang “berdarah-darah” buat bujang kami. Pulang kerumah dengan muka penuh darah sambil meraung-raung, bikin uni-uninya cemas.

Yang mengherankan, tiba-tiba dari 2 bulan lalu rambut doi berubah jadi kribo full, padahal sebelum pandemik rambut tipis dan jarangnya masih lurus, apakah mungkin karena tidak dipotong-potong hampir 7 bulan Covid meraja lela? jadi melintir dan menggimbal. Sekarang masuk 5 tahun panggilan sekomplek berubah jadi Ziyad Galing (Ziyad Kribo). Tapi keren la.

Membersamainya tumbuh sudah suatu yang luar biasa buat Yanda, doi laki satu-satunya, diantara 2 Uninya, bahkan diantara teman-teman se komplek Uninya. Energi makin berlimpah, sementara kondisi mengakibatkan tidak bisa untuk disalurkan secara normal. Sekolah daring, latihan Taekwondo juga sudah off, pas baru seminggu mulai latihan. Paling menunggu Yandanya pulang malam untuk mulai “latihan” gulat sampai minta ampun, atau ikut joging 2-3 km setiap Sabtu dan Minggu, untuk menyalurkan energi baiknya. Hari-ke hari makin keras.

Beratnya pun sudah sama dengan Uni Feykanya, membulat. Bagaimana tidak, susu ultra bisa habis 8 kotak sehari, sementara bergerak terhalangi. Dia mungkin benar-benar yang disebut generasi Tentanial, istilah siapa pula itu, yaitu generasi yang tidak bisa hidup tanpa jaringan internet, gertakan untuk membuat dia berhenti melakukan “kenakalan-kenakalan”, tidak lagi ikat pinggang atau tangkai sapu seperti dulu kala, tapi cukup dengan ancaman matikan wi-fi, semua jadi terkendali.

Tumbuhlah terus nak, azzam Yanda dan mama masih tetap sama, menjadi fasilitator yang maksimal untuk tumbuh kembangmu, tentu juga untuk Uni-uni mu. Yanda dan mama berkewajiban jadi madrasah pertamamu, untuk kelak menjadi dasar saat kau menjalani hidup dengan kepala tegak,  jadi apapun engkau kelak di gariskan oleh Yang Maha Mengatur, Insya Allah dasar ikatan hati, sambung menyambungnya neotron di otak besarmu kini ditengah kebahagiaan masa kanak-kanak, menjadi modalmu tumbuh kelak.

Tanah tumbuh yang baik, bibit yang baik dan perawatan yang baik, adalah ikhtiar Yanda dan Mama untuk menghantarmu menjadi “Lelaki” yang kelak akan menjadi pemimpin pada masamu, kita lelaki semua adalah pemimpin Nak. Paling tidak untuk diri kita sendiri, untuk wanita-wanita kita dan untuk orang-orang terdekat yang kita sayangi..

Pemimpin itu Responsible, bertanggungjawab, baik atau buruk terhadap yang kita pimpin, tidak boleh lepas tangan apapun kondisinya, take responsible, ambil keputusan apakah itu cocok atau tidak, pemimpin harus mengambil keputusan dan bertanggung jawab dengan itu.

Pemimpin itu Respect, mengerti siapa yang dipimpinnya, menghormati dan menghargai yang dipimpinnya. Apalagi dijamanmu yang informasi tidak lagi monooli orang-orang tertentu, dengan respect pemimpin akan mendapatkan hati yang dipimpinya.

Pemimpin itu Fair, adil, menempatkan sesuatu pada tempatnya, berlaku terukur. Adil bukan sama rata sama rasa , itu paham Komunis nak, ketahui dan jauhilah. Tapi berlaku sesuai dengan takarannya. Biasakan mengambil keputusan dengan menilai rasional. Kata orang-orang sekarang, adil dari dalam pikiran. 

Pemimpin itu Honest, jujur, bukan hanya jujur tutur dari kata, tapi jujur pada hati dan diri sendiri. Azzamkan dalam hatimu nak, dengan berbicara dan bertingkah jujur, DIA lah yang akan menjadikan setiap tuturmu didengar oleh yang engkau pimpin. Selaraslah hati, kata dan Langkah.

Tapi semua itu ada landasannya Nak, yaitu nilai-nilai agama yang Yanda dan mama mu tanamkan, sejauh yang kami bisa sejak kamu masih belum ada, karena Agama Illahi ini juga mengajarkan kita, “sampaikan semampumu”. Kelak kalau kau sudah lancar membaca, bacalah Al-Quran pertama kali, baca terjemahannya dulu saja seperti engkau membaca buku cerita atau novel dan percayalah engkau akan terkagum-kagum. 

Bagaimanapun, yanda mebersamai mu tidaklah bisa sepanjang waktu, tapi yakinlah doa-doa yanda dan mama selalu mengiringi mu, paling tidak 17 kali dalam sehari, insya Allah itu cukup buatmu, selayaknya itu juga cukup buat Yanda selama 35 tahun dalam doa-doa Oma mu.

Tumbuhlah terus “lelaki” mama..

Soka 2, 13 November 2020 ~ RS Hermina, 13 November 2015.  

Categories: Yanda&Kids
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: