Home > Yanda&Kids > 9 tahun, Si Melodi

9 tahun, Si Melodi

Melody and gang

Melodi, itu panggilan kiasan untuk anak ke-2 kami. Faiqoh, mamanya kadang memanggil si lembut melakonis ini, itu kata dasar nama yang kami sematkan sebagai doa, Feyka. Vietkong adik laki satu-satunya menyebut kalau lagi kesal, dia memang bahagia sekali kalau melihat si Bujang kami berkerut mukanya karna dia ganggu, rese. Saya Yandanya kadang panggil dia “Mak Wo Dalias”, uni kami Almarhum, karna kemiripan gingsul giginya.

Feykani’am, namanya adalah doa dan syukur kami atas kehadirannya, “ni’mat yang bertambah pada kehidupan yang tenang”, dia hadir dalam kondisi kehidupan pada titik terbaik kurva parabolik, posisi best efficiency point, kalau di operasi pompa.

Di awal mula hadirnya, perjuangannya sedikit berbeda dengan uni dan adeknya, seminggu dalam perawatan perina, karena hemoglobin melewati ambang, kuningnya kentara, sementara mamanya 3 hari sudah normal balik ke rumah. Masa itu, jampir setiap jam 1 atau jam 2 malam, yandanya di telpon suster, “bapak, ASI adeknya habis, segera antar ke RS ya”. Seminggu awal umurnya, yanda jadi transporter. Alhamdulillah, ke 3 anak kami sampai umur 2 tahun, ASI ekslusif.

Dia belajar banyak dari Uninya anak pertama kami, walau minat dan bakat maaing-masing mulai terlihat berbeda keduanya. Dia juga jadi guru yang baik buat adek kecilnya, membacakan buku cerita, salah satu giat rutinnya kini sebelum adek bujangnya tidur. Lawan dan kawan yang seimbang antara uni dan adeknya, sepertinya pintar menempatkan diri.

Lebih kuat ke akademik, tapi masa pandemik covid 19 ini sepertinya sedikit melengahkan dia, belajar daring lebih banyak gangguan dan hal yang membuat kurang fokus dalam belajar.

Karakternya juga mulai tumbuh, dia bukanlah gadis yang selalu rapi seperti uninya (setidaknya sampai saat ini), juga bukan gadis yang terlalu suka kegiatan fisik seperti uni dan adeknya. Gadis rumahan yang mempunyai sentuhan seni dalam dirinya, juga sebagai satu generasi tentanial, minat ke gaget cukup tinggi, tapi tetap sangat suka berteman.

Kadang kala, perbedaan-perbedaan itulah yang jadi penyebab rumah jadi “rame”, uninya suka kamar yang rapi dan bersih, si Melodi ini cuek, maka terpaksalah uninya yang selalu bersih-bersih kamar, sembari menyemburkan gedumel yang menyayat hati. Si gadis ini paling tidak suka di cerewetin, shahnan fisik berbicara, cubit sana sini, gebuk gebukan, kalau sudah seperti itu, mamanya kunci kamar sampai semua diam dan menangis, yang ujungnya saling curhat ke mamanya, terus pelukan lagi, main lagi.

Teruslah tumbuh dek, sebentar lagi adek akan akhil baligh. Shalat yang sekarang masih harus di teriakin mama, harus sudah mulai sendiri. Teruskan mengaji, kuatkan lagi hafalan, insya Allah 2 surat lagi, kelas 3 adek hafizd juz 30. Alquran dan shalat itulah pondasi adek mau jadi apapun kelak.

Yanda dan mama insya Allah, sesuai janji dan komitment akan jadi fasilitator adek sebaik yang kami bisa. Adek mau jadi dokter anak, silahkan, mau jadi dosennya dokter anak, juga silahkan, tetapi ajaran Islamlah yang harus adek jadikan landasan semua tindakan adek, ikhtiar yanda dan mama untuk itu adalah memberikan pendidikan dan lingkungan yang sesuai dengan dasar-dasar islam.

Jadilah gadis muslim yang lurus, yang kelak insya Allah jadi wanita muslim yang kuat karakternya. Bertemanlah dengan semua orang apapun latar belakangnya, beda agama, beda budaya, beda bahasa bukanlah halangan, seperti teman-teman adek saat ini, tapi tetaplah islam jadi pegangan.

Kita harus saling menghormati, saling menghargai. Karena adek memang hidup di lingkungan yang setengah orang Indonesia ada, kita bertoleransi untuk kehidupan bersama, tapi aqidah tetap yang utama. Disiplin berpakaian selayaknya perintah agama pada wanita-wanita islam, jaga dan perbaiki hijab adek. Karena adek berhijab saja, satu perintah besar agama khusus untuk wanita sudah adek jalankan, insya Allah akan terbuka hati dan jiwa adek untuk ikhlas dalam islam.

Teruslah tumbuh dalam hati dan jiwa yang bahagia, rumah kita, seperti yang yanda selalu bilang, adalah rumah yang bebas untuk penghuninya mau jadi apapun, rumah yang setiap orang didalamnya harus merasa jadi ratu atau raja, rumah yang penghuninya harus selalu merasa yang diutamakan, yang nomor satu tidak ada nomor dua di rumah kita, tapi tentunya tidak boleh keluar dari ajaran agama kita.

Teruslah tumbuh dek, jadilah kelak wasilah buat yanda dan mama untuk ke surganya Allah SWT, selalu selipkan doa adek dalam shalat untuk yanda dan mama, karna bagaimanapun, hanya doa anak yang solehlah yang yanda dan mama harap dari anak-anak yanda. Tidak adalagi selain itu.

Selamat tambah umur dek…

Soka 2, 9 Dec 2011 – 9 Dec 2020

Categories: Yanda&Kids
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

<span>%d</span> bloggers like this: