“Yanda Panne”

Yanda Panne

Kemaren sepertinya mereka kasak kusuk, terutama si Kribo, sempat berbisik “yanda besok ulang tahun”, Saya jawab “tambah tua dong yanda”, terus dia di pelototin uninya dan akhirnya diam. Yanda, versi ringkas dari ayahanda, satu panggilan sayang klasik yang dalam makna dan rasa di sanubari, yang mahfum dipakai dalam surat anak-anak diperantauan ke orang tua laki-laki di kampung, dulu kala.

Suasana masa lalu itulah yang mendasari kenapa saya mau anak-anak panggil ayahanda, tidak cocok sebenarnya dengan panggilan mamanya mereka yang ke-eropa-an. Bisa juga karena naluri kebelumpuasan dan belum sempatnya memanggil papa dengan panggilan sayang ini, sebab beliau kembali ke haribannya disaat saya belum tau apa itu makna “papanda”.

Ya, mungkin dorongan bawah sadar itulah juga yang membuat nostalgia tentang hubungan orang tua dan anak menukik tajam dalam jiwa, yang menjadikan kenangan klasik itu terjewantahkan dalam panggilan oral maupun tulisan-tulisan, selain tentunya arti dan cara memperlihatkan keingindekatan itu juga kadang klasik.

Rasa dan tanda, baik pada fisik maupun cara melihat dan menilai orang-orang sekeliling terhadap diri, semakin menggambarkan bahwa masa lalu memang sudah semakin jauh dan masa depan semakin mendekat puncak parabola distribusi normal sebelum kelak kembali seperti awal masa lalu. Ada yang bilang “wah bapak awet muda ya”, padahal belum bertanya umur saya berapa, malah pernah ada yang tanya tentang anak terkecil bujang saya “pak, cucu keberapa?”, dua statemen dan pertanyaan yang maknanya lebih kurang sama, bahwa pandangan orang, fisik saya jauh “berwibawa” melewati usia saya, ya memang, “uban” tidak pernah berdusta. 😀

41 tahun, kalaulah tidak ada fenomena diatas, mungkin saja diri ini masih beranggapan bahwa kenaikan nomor celana dari 27 ke 29, baju Kaos yang dulu S masih goyang diterpa angin, sekarang XL masih harus tahan nafas agar bisa masuk, tak lain tak bukan hanyalah simbol kesejahteraan belaka, kata orang-orang. Padahal kalaulah cermin bisa bertanya “siapa ini.” mungkin hanya senyum yang bisa jadi jawaban. Dan fakta itu dibenarkan oleh bukti, saat mudik lebaran kemaren saya niatkan betul bertamu ke rumah kos yang juga rumah kepala sekolah saya waktu di STM karya Padang Panjang. Kalaulah saya tidak cepat mengaku, mungkin pudelnyalah yang akan mengusir saya, beliaupun lupa, sama sekali berubah “guratnya” kata beliau. 🤤.

Yanda Panne, dua “n” di frasa Panne merupakan kesengajaan dan juga sebagai pengingat, bahwa Pane sudah dua generasi, bahwa Pane itu bukan marga tapi nama sayang papanda tercinta demi mengenang sahabat penyelamat jiwanya dulu, diwaktu sama-sama terapung diselat panjang antara kepri dan Singapura, saat kapal yang mereka awaki pecah dihantam gelombang, memang bermarga asli Pane dari Tapanuli selatan, Sumatera Utara. Lagi-lagi kisah klasik menjadi inspirasi untuk masa kini dan rupanya saja cocok. Itulah jawaban saat anak-anak bertanya kenapa harus boros huruf “n”.

“Berarti generasi ke-3 nanti “n”nya juga tiga dong Yanda?” Si Melodi, Feyka, anak saya kedua pernah usil bertanya. “Up to you lah melodi yang suka berdrama” jawaban saya yang menggambarkan corak hubungan anak dan bapak masa kini 🙂. Dalam hati saya berguman, “memang itulah maksudnya nak, agar nasab dan cerita bahagia kita tersambung kelak sampai tujuh generasi, keluarga panne”.

“Yanda Panne”, adalah frasa pengikat dan pengingat, agar kelak mereka bisa juga mengenang bahwa dulu, mereka punya seorang ayahanda, seorang atuknda, seorang buyutnda, seorang opa pangkat 2nda, dan seterusnya yang sangat menginginkan hubungan orang tua dan anak tidak hanya karna turunnya darah, tapi juga karna idelogi, jiwa dan rasa, dengannya semoga kelak doa keturunan yang soleh juga menjadikan cahaya bagi ayahanda Pane pangkat 1 ini. 🙂

41 tahun penuh kisah klasik…

Botani Square, Bogor, 22 Mei 2022 #yandaPanne41tahun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s