Kelas dua SMP saya masuk kelas 2B yang berisi para juara di semua kelas satu, dari A-I. Sebelumnya saya sudah cerita siapa saja yang ada kelas ini, jempolan kota Solok. Saya agak banyak kehilangan memori di kelas dua SMP ini, dibandingkan kelas satu dan kelas 3, mungkin ini salah satu efek buruk dari pemaksaan penyamarataan…
Category: Mama&Nak Bujang
pengobat rindu..
Mama dan nak bujang Part-40: Sinematografi dan Manga
Saya penyuka sinematografi, film, semua genre kecuali horor. kalau diingat pertama kali bersinggungan dengan sinematografi dan akhirnya jatuh cinta, yaitu sejak mama beli TV merek National hitam putih kelas 2 atau 3 SD. Film wajib yang ditonton saat itu adalah G30SPKI, menurut saya sungguh film yang secara sinemanya luar biasa, dan lakon sebagai Bapak Soeharto…
Mama dan nak bujang Part-39: Pak Syafi’i
Mushalla SMP 1 saat saya kelas 2 ada disamping kantin, bangunan sebelah kanan pertama dari gerbang. Sementara kelas kami 2B, kelas unggulan ada di gedung baru diseberang jalan mushalla ini. Dulu disana ada lapangan basket juga. Setiap zuhur kami harus shalat berjamaah di mushalla, guru yang jadi imam dan yang selalu “menyinyiri” kami Pak Safi’i,…
Mama dan nak bujang Part-38: Berkurban kaki tertusuk kayu
Libur sebentar lebaran haji kelas dua SMP saya pulang kampung, makan daging yang agak banyak sekali setahun merupakan kemewahan. Tahun 1994an kurban dikampung kami masih sangat sedikit tak jarang hanya satu ekor sapi, lebih dari itu sesuatu yang luar biasa. Saya masih ingat, mama, berkurban itu pakai julo-julo, arisan, tapi tidak diambil-ambil selama setahun, sesuai…
Mama dan nak bujang Part-37: Di “gaham” tentara
Masjid Muhammadiyah AL- Furqan Pasar raya Solok mempunyai kenangan tersendiri buat saya. Masjid ini dekat dengan terminal mobil ke kampung atau “posko” orang kampung mengenalnya, sering juga menjadi tempat istirahat sementara kalau Posko udah tutup kalau kemalaman, setiap bulan ramadhan masjid ini tidak pernah absen dalam agenda. Didepan masjid ini, dulu ada sop dan soto…