Persiapan jadi “lelaki” sedini mungkin..

Sudah dari umur 4 tahun Si Bujang kami rengek-rengek minta didaftarkan latihan bela diri. Informasi yang lebih cepat masuk melalui medsos, menyebabkan imajinasinya jadi “pendekar” juga cepat tumbuh. Tetapi umumnya dojo-dojo baru terima siswa umur 5 tahunan. Akhirnya hari ini baru kesampaian, dimur 4.5 tahun, bisa mendaftar di Dojo “Taekwondo Rusa Bogor”, Giant Taman Yasmin…

Masih bisa Tersipu…

Walau 3 gumpal darah yang telah turun jadi manusia sempurna yang membuat hidup bersemangat untuk berjuang dan memberi keteladanan, gadis tertua sedang berjibaku menyelesaikan Al Muzammil, melodi ke 2 sedang stres-stresnya menghadapi Al Mutafifin dan bujang terkecil sedang patah-patah membedakan antara dho dan shod. Walau hampir mendekati usia yang kata orang akan memulai hidup kedua,…

Mama dan nak bujang Part-11: mandi darah dan kepala bertanduk

Saya belum sekolah, mungkin umur 5 tahun, saya ingat tapi tidak jernih. Cerita mama setelahnya sedikit menjernihkan. Kami masih tinggal di rumah gadang milik nenek dan angku (kakek) yang disekelilingnya ada pohon mangga yang banyak “karanggo” semut merah yang gigitannya bikin nangis tapi buahnya manis dan bebas ulat, pohon duren yang ditanam nenek dimana saya…

Edi Tan Aceh bepulang..

Innalillahiwainnailaihi roji’un… Surimariadi, atau biasa dipanggil dengan gelarnya “Tan Aceh”, anggota DPRD Kabupaten Solok dua periode 2014-2019, 2019-2024, putera Batu Bajanjang, Tigo Lurah, Kabupaten Solok menggenapkan langkahnya di umur 40 tahun, 17 Januari 2020. Semoga penyakit hepaitis yang diderita menjadi menghapus dosa dan khilaf selama hidupnya dan semoga husnul khotimah. Kami besar dan tumbuh diperiode…

Mama dan nak bujang Part-10: Kisah Lampu strongkeng dan papan dinding..

Cita-cita saya jadi insinyur kemungkinan besar terinspirasi cerita-cerita papa tentang pesawat terbang, tahun 77-80an papa memang bolak balik Singapura sebagai ABK dan tentu mungkin pernah free melaut pulang ke indonesia dengan pesawat terbang. Sejak cerita itu, kalau ada pesawat nun tinggi diawan melintas kampung kami, saya selalu berlari keluar rumah sambil teriak “pesawat yang bawa…